ekonomi pembangunan di negara Brunei Darussalam
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Brunei
Darussalam adalah sebuah negara kecil yang sangat makmur di sebelah Utara Pulau
Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Brunei Darussalam merupakan Negara
yang termasuk kedalam anggota ASEAN dan dikenal sebagai Negara yang mempunyai
kekayaan alam yang besar. Kekayaan alam yang berada di Brunei Darussalam di
antaranya minyak,gas,mesin-mesin dan alat-alat transportasi monofaktur berupa
makanan dan hewan-hewan hidup, dan di sana tidak ada kekayaan alam yang di
perebutkan oleh negara lain dan di sana pertahananya cukup kuat dan kemungkinan
besar sulit untuk di rebut oleh negara lain.
Negara Brunei Darussalam juga dikenal sebagai Negara
terkaya di ASEAN. Faktor
negara Brunei Darussalam menjadi negara kaya karena pendapatan negara tersebut
90% pendapatan dalam negara dan 95% total ekpor karena pengimporan dari negara
tersebut merupakan bahan-bahan yang berkualitas seperti minyak,mesin dll.
Hal
ini membuat penulis ingin mengetahui bagaimana pembangunan yang terjadi di
Negara Brunei Darussalam, dan penulis ingin menelaah bagaimana tingkat kesejahteraan
masyarakat, pertumbuhan penduduk, dan tingkat pertumbuhan ekonomi di Negara
Brunei Darussalam yang memiliki predikat sebgai Negara terkaya di ASEAN dan
mempunyai kekayaan alam yang besar terutama di bidang minyak, gas alam dan
kekayaan yang lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam
penyusunan makalah ini penulis membatasi permasalahan – permasalahan sebagai
berikut :
1. Bagaimana
tingkat pertumbuhan penduduk di Negara Brunei Darussalam ?
2. Bagaimana
tingkat kesejahteraan masyarakat di Negara Brunei Darusalam?
3. Bagaimana
tingkat pertumbuhan ekonomi di Negara Brunei Darussalam?
4. Bagaimana
Peranan Koperasi bagi perekonomian di Negara Brunei Darussalam?
1.3 Tujuan Makalah
Sejalan
dengan rumusan masalah yang penulis tentukan, maka maksud dan tujuan penulis
membuat makalah ini adalah
1.
Untuk mengetahui bagaimana laju
pertumbuhan penduduk di Negara Brunei Darussalam.
2.
Untuk mengetahui apakah masyarakat Negara
Brunei Darussalam termasuk sebagai masyarakat yang sejahtera.
3.
Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan
ekonomi di Negara Brunei Darussalam dan kebijakan kebijakan yang ditetapkan
pemerintah Brunei Darussalam dalam mengatur pertumbuhan ekonomi.
4.
Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja
yang menyebabkan Negara Brunei Darussalam dikatakan sebagai Negara terkaya di
ASEAN.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Brunei
Darussalam adalah sebuah negara kecil yang sangat makmur di sebelah Utara Pulau
Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Negara ini memiliki corak
pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai kepala
negara dan kepala pemerintahan, merangkap sebagai perdana menteri
dan menteri pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan
beberapa menteri.
Ibukota Negara Brunei Darussalaman adalah Bandar Seri
Begawan, Negara ini mempunyai luas wilayah ± 5.765 km², dan memiliki kepadatan penduduk 417.394 yang
tercatat pada tahun 2014. Angka pertumbuhan penduduk mencapai
1,87%.
Penduduk
Brunei Darussalam terdiri atas keturunan Melayu (64%), Cina (20%), dan
sisanya suku Dayak asal Kalimantan (16%).
2.2 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu Negara
dapat dilihat berdasarkan pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakatnya.
Dan terdapat pengukuran perbandingan untuk harapan hidup dan standar hidup
yaitu melalui IPM (Indeks Pembangunan Manusia)/ HDI (Human Development Index).
1. Pendidikan
Masyarakat Brunei Darussalam
Program pendidikan diarahkan untuk menciptakan manusia yang
berakhlak dan beragama serta menguasi teknologi. Pemerintah telah menetapkan
tiga bidang utama dalam pendidikan, yaitu :
• Sistem dwibahasa di semua sekolah
• Konsep Melayu Islam Beraja (MIB)
dalam kurikulum sekolah
• Peningkatan serta perkembangan sumber daya manusia.
Sistem
pendidikan umum Brunei memiliki banyak kesamaan dengan negara Commonwealth
lainnya seperti Inggris, Malaysia, Singapura dan lain-lain. Sistem ini dikenal
dengan pola A7-3-2-2″ yang melambangkan lamanya masa studi untuk masing-masing
tingkatan pendidikan seperti: 7 tahun tingkat dasar, 3 tahun tingkat menengah
pertama, 2 tahun tingkat menengah atas dan 2 tahun pra-universitas.
Untuk tingkat dasar dan menengah pertama, sistem
pendidikan Brunei tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Pendidikan dasar
bertujuan memberikan kemampuan dasar bagi murid-murid dalam
menulis, membaca, dan berhitung disamping membina dan mengembangkan
karakter pribadi. Pendidikan TK yang merupakan bagian tingkat dasar mulai
diterapkan di Brunei tahun 1979 dan sejak itu setiap anak berumur 5 tahun
diwajibkan memasuki TK selama setahun sebelum diterima di SD kelas 1. Kenaikan
tingkat dari TK ke SD dilakukan secara otomatis. Di tingkat SD, mulai dari
kelas 1 dan seterusnya setiap murid akan mengikuti ujian akhir tahun dan hanya
murid yang berprestasi saja yang dapat melanjutkan ke kelas
berikutnya. Sementara yang gagal harus tinggal kelas dan sesudah itu baru
mendapat kenaikan kelas otomatis. Setelah mengikuti pendidikan dasar 7 tahun,
murid yang lulus ujian akhir dapat melanjutkan pendidikannya ke SLTP selama 3
tahun. Bagi siswa yang lulus ujian akhir SLTP akan memiliki pilihan yaitu:
Dapat
meneruskan pelajaran ke tingkat SLTA. Di tahun ke-2, siswa akan menjalani ujian
penentuan tingkat yang dikenal BCGCE (Brunei Cambridge General Certificate of
Education) yang terdiri dari 2 tingkat yaitu tingkat AO dan AN. Bagi siswa yang
berprestasi baik akan mendapat ijazah tingkat AO artinya siswa dapat meneruskan
pelajaran langsung ke pra-universitas selama 2 tahun untuk mendapatkan ijazah
Brunei Cambridge Advanced Level Certificate tingkat AA. Sementara itu, siswa
tingkat AN harus melanjutkan studinya selama setahun lagi dan kemudian baru
dapat mengikuti ujian bagi mendapatkan ijazah tingkat AO. Bagi siswa tamatan
SLTP yang tidak ingin melanjutkan pelajarannya ke universitas dapat memilih
sekolah kejuruan.
Untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berakhlak,
beragama, dan menguasai teknologi maka Brunei Darussalam telah melakukan upaya
antara lain sejak tahun 2003, UBD telah membuka peluang bagi keterlibatan
sektor swasta di bidang penelitian. Peluang keterlibatan pihak swasta
dimaksudkan agar Pemerintah dan pihak swasta dapat bekerjasama dalam
pembangunan nasional di bidang Pendidikan.
2. Kesehatan Masyarakat Brunei
Darussalam
Sistem kesehatan di seluruh dunia termasuk di Brunei
Darussalam, harus menghadapi lingkungan yang berubah dan menghadapi tantangan
baru yaitu meningkatnya biaya kesehatan, meningkatkan beban penyakit kronis dan
non-menular, dampak pandemi dan munculnya ancaman baru, meningkatkan harapan
publik / tuntutan untuk akses ke layanan berkualitas tinggi, perluasan diagnosa
dan teknologi baru, penuaan penduduk dan kekurangan jumlah profesional
kesehatan yang berkualitas / dilatih peduli.
Pemerintah Brunei Darussalam menetapkan program pengobatan
gratis, dimana Warga negara Brunei memiliki akses gratis untuk fasilitas
kesehatan. Masyarakat disediakan asuransi kesehatan yang bisa digunakan untuk
melakukan cek kesehatan, diagnosa, dan operasi kecil maupun besar secara
gratis. Salah satunya terdapat di Rumah Sakit RIPAS dimana pengobatan dilakukan
secara gratis.
3. Daya Beli Masyarakat Brunei Darussalam
PDB
Brunei sebesar USD 15,1 miliar atau sebesar Rp. 208 triliun memang hanya masuk
dalam peringkat 118 besar di dunia. Tetapi penduduk negara tersebut berjumlah
kurang dari setengah juta jiwa sehingga memungkinkan mereka menikmati kekayaan
negara secara lebih besar, yakni USD 55.111 (Rp. 762 juta). Bahkan, Brunei
menjadi salah satu dari sedikit negara yang membebaskan warganya untuk membayar
pajak pendapatan maupun pajak penjualan.
dengan pendapatan perkapita yang relative besar itu, Itu artinya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokokpun mengalami kenaikan.
dengan pendapatan perkapita yang relative besar itu, Itu artinya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokokpun mengalami kenaikan.
Namun,
dari 10 negara dengan rerata pendapatan penduduk tertinggi, Brunei mungkin
memiliki tingkat kekhawatiran paling tinggi dalam mempertahankan kemakmurannya.
Sebab, sebagian besar negara penghasil minyak telah diguncang oleh jatuhnya
produksi minyak lokal dan harga minyak dunia. Lebih buruk lagi, menurut Energy
Outlook BP Dunia, Brunei hanya memiliki 22 tahun sebelum kehabisan minyak dan
mencari sumber pendapatan lainnya.
4. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) /
Human Development Index (HDI)
Indeks
Pembangunan Manusia (IPM)/ Human Development Index (HDI) merupakan pengukuran
perbandingan dari harapan, hidup, pendidikan dan standar hidup untuk semua
Negara di seluruh dunia. Negara Brunei Darussalam memiliki
Indeks Pembangunan Manusia dengan HDI score mencapai ± 0,856 pada tahun 2014.
Hal ini menjadikan Negara Brunei Darussalam memiliki peringkat HDI tertinggi
yaitu berada di posisi 31 diantara 188 Negara dan menjadi Negara dengan nilai
HDI tertnggi kedua di Asia tenggara setelah Negara Singapura. Dari tahun 1985 –
2014 HDI Negara Brunei Darussalam meningkat dari 0.755 menjadi 0.856 dan
meningkat sebanyak 13.3%. Dari nilai HDI tersebut diketahui bahwa masyarakat di
Negara Brunei Darussalam mempunyai harapan hidup, pendidikan dan standar hidup
yang tinggi.
2.3 Tingkat
Pertumbuhan Ekonomi
A. Pertumbuhan Ekonomi
Brunei Darussalam menerapkan sistem
perekonomian terbuka, artinya Negara asing bebas melakukan perdagangan di
Negara yang beribu-kotakan di Bandar Sri Begawan ini, sehingga laju sektor per
ekonomian Negara ini banyak dikuasi oleh Negara asing terutama Cina dan
Inggris.Meskipun banyak sektor asing yang menguasi laju per ekonomian di Negara
ini, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah menetapkan penguasaan
sektor-sektor perekonomian oleh orang-orang asing ini harus ada yang masuk ke
dalam kas Negara demi memaksimalkan asset-aset Negaranya.
Sistem ekonomi yang dianut Negara
Brunei ini memiliki kelebihan dan kelemahan.Jika kita lihat dari sisi
negatifnya, kemampuan dan penguasaan warga negaranya terhadap ekonomi di
Negaranya sendiri terbilang melemah, karena kemampuan dan pengetahuan
penggunaan teknologi terbatas, selain itu menjamurnya industri dan perdagangan
asing akan membawa kesulitan bagi masyrakat Brunei yang baru akan memulai
langkahnya dalam bidang industri dan perdagangan. Sedangkan sisi positifnya,
dengan pemerintahan yang jujur dan peduli dengan rakyat, maka warga Negara
Brunei dapat hidup makmur dengan stabilitas perekonomian yang selalu terjaga.
Pemerintah Brunei Darussalam dalam
pertumbuhan ekonomi juga menetapkan harga pajak pendapatan atau pendapatan pribadi dengan angka
yang rendah. Dan mampu memberikan banyak subsidi kepada warga negaranya. Selain
mengembangkan sumber daya alamnya yang disadari semakin lama akan semakin
menurun, Negara ini juga telah mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang akan mampu
bersaing untuk kedepannya.
Namun dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan dalam
kebijakan pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh Pemerintah Brunei
Darussalam, yaitu :
Kelebihan :
a. Adanya
peningkatan kesadaran dinegara ini yang menghabiskan sumber daya alam dan
kebutuhan selanjutnya untuk diverifikasi ekonomi jauh dari over ketergatungan
pada minyak dan gas.
b. Rencana
untuk masa depan termasuk upgrade tenaga kerja, mengurangi pengangguran
, memperkuat sektor perbankan dan wisatawan dan terus memperluas basis ekonomi
di luar minyak dan gas.
c. Brunei
mengimpor sekitar 80% dari kebutuhan pangan, denagn pemerintahan mensubsidi
kebutuhan pokok tertentu seperti beras, gula dan susu. Pemerintah juga
memberikan subsidi perumahan , listrik , air, dan minyak , serta memberikan
pelayanan medis yang komprehensif dan pendidikan gratis sampai tingkat
universitas.
d. Brunei
mengoperasikan sistem mata uang papan dengan dollar Brunei (B $) yang dipatok
terhadap dollar Singapura. Sehingga, kedua mata uang secara hukum dipertukarkan
di Brunei dan Singapura.
Kelemahan :
a.
Karena Brunei berkonsentrasi pada pengembangan untuk
membangun ekonomi pengetahuan intensif, tampaknya memungkinkan untuk
mengabaikan kelanjutan dan keterampilan outflow dari negara tersebut.
b.
Setelah kemerdekaan , salah satu prioritas pemerintah
yang paling penting adalah untuk mendorong pengembangan Melayu Brunei sebagai
pemimpin industri dan perdagangan.
c. Menolak
kewarganegaraan pekerja asing dan penduduk Cina sehingga mereka tidak
berkewarganegaraan.
B.
Lead Sector
Di Negara Brunei Darussalam sektor
yang paling menonjol adalah minyak bumi. Brunei Darussalam merupakan negara
kecil pengekspor minyak dan gas di Asia Tenggara yang dapat mendorong
surplus perdagangan pada negara ini hingga dapat menopang pertubuhan hingga 1,8
%. Proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto Brunei didasarkan pada asumsi
pemulihan moderat pada fasilitas produksi hidrokarbon dan pertumbuhan yang
berkelanjutan di seluruh sektor ekonominya. Sejak beberapa tahun terakhir,
Brunei memang berupaya memperpanjang umur produktif hidrokarbon, sampai sektor
lain dapat memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian.
C.
Pelaku Ekonomi di Negara Brunei Darussalam
Di Negara Brunei Darussalam dikenal
ada 4 pelaku dalam sistem perekonomian yang sesuai dengan sistem liberal yang
dianutnya, yaitu :
1)
Pasar Komoditi
2)
Sektor Swasta
3)
Sektor Rumah Tangga
4)
Pasar Faktor Produksi
Sektor pemerintah tidak termasuk dalam pelaku ekonomi di Negara penganut
sistem liberal, karena sistem ekonomi yang digunakan terbuka, perdagangan
bebas, maka pemerintah tidak ikut campur tangan dalam pelaksanaanya, namun
tetap berkuasa atas penjagaan asset-aset Negara-nya. Hal ini demi melindungi
penduduknya dari jajahan-jajahan Negara yang berdagang bebas di Negara
tersebut.
D.
Strategi Pembangunan Ekonomi
Perluasan basis ekonomi merupakan target pembangunan jangka panjang yang
menguntungkan bagi Negara Brunei Darussalam. Pemerintah telah mengidentifikasi beberapa industri
untuk pengembangan, seperti petrokimia terutama hilir, pariwisata, bisnis
syariah termasuk produk halal dan jasa keuangan, dan layanan teknologi
informasi dan komunikasi. Proyek infrastruktur dibangun untuk mendukung upaya
itu, seperti pelabuhan Pulau Muara Besar, dan kawasan industri yang didukung
oleh jembatan dan jalan ke pelabuhan, perluasan bandara internasional, upgrade
jaringan listrik, jaringan broadband berkecepatan tinggi ke rumah
tangga, hingga situs riset dan pengembangan produk pertanian.
E.
Kebijakan Perekonomian di Negara Brunei Darussalam.
Dengan adanya langkah – langkah dalam mengelola sumber
perekonomian utamanya seperti hasil pertanian dan perikanan serta sumber daya
alamnya dengan baik , maka Brunei tentu akan menguasai pangsa pasar di Asia
yang notabenenya merupakan pengkomsumsi hasil pangan dan minyak bumi serta gas
dan juga perekonomian dunia. Serta memanfaatkan situasi dunia yang tidak tentu
seperti sekarang ini, dimana krisis pangan sedang melanda dunia. Melihat hal
ini, Brunei harus lebih serius dalam memanfaatkan dan mengelola dengan baik
sumber daya alamnya terutama dari hasil pangan dan minyak buminya. Karena kita
tidak pernah tahu, dimasa mendatang bisa saja krisis pangan terjadi dan hal ini
akan membuat permintaan terhadap hasil pertanian Brunei akan menjadi meningkat
dimasa mendatang.
Maka pemerintah
Negara Brunei Darussalam Pada bulan Juli 2009, Sultan Bolkiah meresmikan panen
Beras Laila - varietas padi produksi Brunei, yang dimaksudkan untuk
meningkatkan ketahanan pangan negara. Selama bulan yang sama, Brunei
meluncurkan merek internasional halal yang dikembangkan oleh Departemen
Perindustrian dan Sumberdaya Primer, yang akan membangun reputasi Brunei
kepatuhan terhadap norma-norma Islam dalam pengolahan makanan.
Setelah langkah tersebut maka jalinlah kerjasama dalam
bidang kemiliteran dengan negara-negara di dunia. Sekarang ini Brunei dalam
mencapai keberhasilannya tersebut yaitu dengan menjalin kerjasama pertahanan
dan keamanan serta pelatihan bersama kepada Indonesia, ASEAN maupun Asia
Tenggara itu sendiri dalam mencapai dan menuju ke sebuah yang di namakan
adidaya ( Brunei tetap mengoptimiskan akan hal ini terjadi ) sebab tak akan
mustahil negara kecil bisa menjadi negara besar apabila ia mempunyai kemampuan.
F. Masalah – Masalah Dalam Pertumbuhan
Ekonomi.
1. Inflasi
Brunei memiliki tingkat inflasi rendah dan tidak mengenal adanya
kebijakan pajak penghasilan pribadi. Dimana pemerintah tidak memberlakukan
pajak baik bagi penduduk maupun bagi ekspatriat. Kemampuan kesultanan Brunei
untuk menyediakan program kesejahteraan yang berlimpah menjamin legitimasi yang
sangat diperlukan oleh negara di dalam lingkungan politik tanpa perwakilan
politik dan bentuk partisipasi politik yang berarti.
2. Pengangguran
Jumlah
pengangguran di Brunei Darusalam melonjak hingga 20,6 persen pada November
2014. Hal tersebut dikarenakan jumlah pencari kerja meningkat dari 11.834 pada
Oktober 2014 menjadi 14.267 pada November 2014. Angka itu menunjukkan jumlah
penganggur masih menjadi permasalahan yang membelit Brunei.
Sebagian besar
pencari kerja tinggal di distrik Muara-Brunei. Pengangguran dari distrik itu
mencapai 9.268 orang atau 65 persen. Peringkat kedua ditempati distrik Tutong.
Dari seluruh penganggur, sebanyak 15 persen berasal dari kawasan itu. Lebih
dari separuh penganggur diperkirakan berusia 20 hingga 29 tahun. Kelompok usia
muda itu mencapai 7,757 dari seluruh pencari kerja. Para penganggur juga
berasal dari kelompok berpendidikan rendah.
Untuk mengatasi
masalah pengangguran maka pemerintah Brunei Darussalam menyediakan pelatihan ketrampilan agar
kelompok penganggur ini bisa mandiri.
2.4 Koperasi Di Negara Brunei Darussalam
Salah satu
koperasi yang ada di Negara Brunei Darussalam adalah Koperasi Kampung dan Mukim
(KOKAMI).
Penjelasan ringkas mengenai Koperasi
Kampung dan Mukim atau disingkat KOKAMI adalah Koperasi yang dibentuk oleh
orang-orang kampung dan mukim untuk meningkatkan status ekonomi mereka dan
sekaligus untuk menikmati taraf hidup yang lebih baik. Ini merupakan inisiatif
pertama dan unggul yang pernah dibuat oleh penduduk mukim dan kampung sesuai
dengan aspirasi dan tujuan yang disarankan dalam seminar perkumpulan
penduduk-penduduk mukim dan kampung yang telah dilaksanakan pada tanggal 7-9
Agustus 2007 di Pusat Perdagangan Antar Bangsa, Negara Brunei Darussalam.
Adapun
unit-unit usaha yang di jalankan pada Koperasi Kampung dan Mukim yaitu:
1. Urusniaga
Kad-Kad Prepaid
2. K-Mart
(Perniagaan Supermarket dan Departemen Store)
3. K-Jimat-Jimat
( Simpan-Pinjam yang berbasis Syari’ah)
4. K-Com
(Penjualan Komputer dan Telepon)
5. K-Insurance
(Asuransi Kendaraan dan Perumahan)
6. K-Restoran
2.5 Brunei Darussalam Sebagai Salah Satu
Negara Terkaya di Dunia
Brunei
merupakan negara tetangga Indonesia paling makmur dan memiliki pendapatan per
kapita 74 ribu dolar AS per tahun. Negara ini kaya sekali akan sumber minyak
bumi dan gas alamnya. Selain bertumpu pada minyak dan gas, Brunei juga
melakukan diversifikasi sumber ekonomi lain seperti perdagangan dan industri.
Biaya
pendidikan sekolah digratiskan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi,
bahkan gaji menjadi satpam di sana, setara dengan gaji pegawai negeri di Indonesia
yakni sekitar 5-7 juta Rupiah per bulan. Majalah ekonomi dunia, Forbes,
menempatkan Brunei sebagai negara terkaya ke lima dari 182 negara karena
mempunyai ladang minyak bumi dan gas alam yang luas.
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Negara Brunei Darussalam merupakan salah satu Negara
terkaya di ASEAN, hal ini dikarenakan kekayaan alam yang dimiliki oleh Negara
Brunei Darussalam mencakup kekayaan minyak bumi dan gas, sehingga Negara Brunei
Darussalam dikenal sebagi pengekspor hasil minyak bumi. Selain sebagai salah
satu Negara terkaya di ASEAN, Brunei Darussalam mendapatkan nilai IPM (indeks
Pembangunan Manusia ) yang tinggi yaitu 0.856 dan menjadikannya sebagai Negara
yang memiliki tingkat standar hidup yang tinggi.
Pemerintah Brunei Darussalam melakukan kebijakan dalam
pembebasan pembayaran pajak bagi para masyarakat, sehingga daya beli masyarakat
Brunei Darussalam menjadi tinggi dikarenakan tidak adanya kewajiban untuk
membayar pajak.
Perekonomi di Negara Brunei Darussalam Brunei
Darussalam menerapkan sistem perekonomian terbuka, artinya Negara asing bebas
melakukan perdagangan di Negara yang beribu-kotakan di Bandar Sri Begawan ini,
sehingga laju sektor per ekonomian Negara ini banyak dikuasi oleh Negara asing
terutama Cina dan Inggris.Meskipun banyak sektor asing yang menguasi laju per
ekonomian di Negara ini.
3.2
Saran
Brunei Darussalam yang dikenal sebagai Negara pengekspor minyak, dan
sebagian besar penghasilan Negara didapatkan dari pengeksporan tersebut. Namun
ada baiknya jika Negara Brunei Darussalam tidak hanya mengandalkan pengeksporan
minyak bumi, melainkan menciptakan sector – sector non minyak sehingga ketika
harga minyak bumi dalam keadaan terguncang atau hasil minyak bumi di Negara
tersebut habis, perekonomian di Negara Brunei Darussalam dapat terus berlanjut
dengan melakukan kegiatan perekonomian non – minyak.
Komentar
Posting Komentar