ekonomi pembangunan di negara Brunei Darussalam



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil yang sangat makmur di sebelah Utara Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Brunei Darussalam merupakan Negara yang termasuk kedalam anggota ASEAN dan dikenal sebagai Negara yang mempunyai kekayaan alam yang besar. Kekayaan alam yang berada di Brunei Darussalam di antaranya minyak,gas,mesin-mesin dan alat-alat transportasi monofaktur berupa makanan dan hewan-hewan hidup, dan di sana tidak ada kekayaan alam yang di perebutkan oleh negara lain dan di sana pertahananya cukup kuat dan kemungkinan besar sulit untuk di rebut oleh negara lain.
Negara Brunei Darussalam juga dikenal sebagai Negara terkaya di ASEAN. Faktor negara Brunei Darussalam menjadi negara kaya karena pendapatan negara tersebut 90% pendapatan dalam negara dan 95% total ekpor karena pengimporan dari negara tersebut merupakan bahan-bahan yang berkualitas seperti minyak,mesin dll.
Hal ini membuat penulis ingin mengetahui bagaimana pembangunan yang terjadi di Negara Brunei Darussalam, dan penulis ingin menelaah bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat, pertumbuhan penduduk, dan tingkat pertumbuhan ekonomi di Negara Brunei Darussalam yang memiliki predikat sebgai Negara terkaya di ASEAN dan mempunyai kekayaan alam yang besar terutama di bidang minyak, gas alam dan kekayaan yang lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini penulis membatasi permasalahan – permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana tingkat pertumbuhan penduduk di Negara Brunei Darussalam ?
2.      Bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat di Negara Brunei Darusalam?
3.      Bagaimana tingkat pertumbuhan ekonomi di Negara Brunei Darussalam?
4.      Bagaimana Peranan Koperasi bagi perekonomian di Negara Brunei Darussalam?


1.3 Tujuan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah yang penulis tentukan, maka maksud dan tujuan penulis membuat makalah ini adalah
1.      Untuk mengetahui bagaimana laju pertumbuhan penduduk di Negara Brunei Darussalam.
2.      Untuk mengetahui apakah masyarakat Negara Brunei Darussalam termasuk sebagai masyarakat yang sejahtera.
3.      Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi di Negara Brunei Darussalam dan kebijakan kebijakan yang ditetapkan pemerintah Brunei Darussalam dalam mengatur pertumbuhan ekonomi.
4.      Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang menyebabkan Negara Brunei Darussalam dikatakan sebagai Negara terkaya di ASEAN.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Brunei Darussalam adalah sebuah negara kecil yang sangat makmur di sebelah Utara Pulau Kalimantan dan berbatasan dengan Malaysia. Negara ini memiliki corak pemerintahan monarki konstitusional dengan Sultan yang menjabat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, merangkap sebagai perdana menteri dan menteri pertahanan dengan dibantu oleh Dewan Penasihat Kesultanan dan beberapa menteri.
Ibukota Negara Brunei Darussalaman adalah Bandar Seri Begawan, Negara ini mempunyai luas wilayah ± 5.765 km², dan memiliki kepadatan penduduk 417.394 yang tercatat pada tahun 2014. Angka pertumbuhan penduduk mencapai 1,87%.
Penduduk Brunei Darussalam terdiri atas keturunan Melayu (64%), Cina (20%), dan sisanya suku Dayak asal Kalimantan (16%).
2.2 Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Tingkat kesejahteraan masyarakat pada suatu Negara dapat dilihat berdasarkan pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakatnya. Dan terdapat pengukuran perbandingan untuk harapan hidup dan standar hidup yaitu melalui IPM (Indeks Pembangunan Manusia)/ HDI (Human Development Index).
1.      Pendidikan Masyarakat Brunei Darussalam
Program pendidikan diarahkan untuk menciptakan manusia yang berakhlak dan beragama serta menguasi teknologi. Pemerintah telah menetapkan tiga bidang utama dalam pendidikan, yaitu :
•  Sistem dwibahasa di semua sekolah
• Konsep Melayu Islam Beraja (MIB) dalam kurikulum sekolah
• Peningkatan serta perkembangan sumber daya manusia.


Sistem pendidikan umum Brunei memiliki banyak kesamaan dengan negara Commonwealth lainnya seperti Inggris, Malaysia, Singapura dan lain-lain. Sistem ini dikenal dengan pola A7-3-2-2″ yang melambangkan lamanya masa studi untuk masing-masing tingkatan pendidikan seperti: 7 tahun tingkat dasar, 3 tahun tingkat menengah pertama, 2 tahun tingkat menengah atas dan 2 tahun pra-universitas.
Untuk tingkat dasar dan menengah pertama, sistem pendidikan Brunei tidak jauh berbeda dengan Indonesia. Pendidikan dasar bertujuan memberikan kemampuan  dasar  bagi murid-murid  dalam menulis, membaca,  dan  berhitung disamping membina dan mengembangkan karakter pribadi.  Pendidikan TK yang merupakan bagian tingkat dasar mulai diterapkan di Brunei tahun 1979 dan sejak itu setiap anak berumur 5 tahun  diwajibkan memasuki TK selama setahun sebelum diterima di SD kelas 1. Kenaikan tingkat dari TK ke SD dilakukan secara otomatis. Di tingkat SD, mulai dari kelas 1 dan seterusnya setiap murid akan mengikuti ujian akhir tahun dan hanya murid yang berprestasi saja yang dapat melanjutkan ke kelas berikutnya. Sementara yang gagal harus tinggal kelas dan sesudah itu baru mendapat kenaikan kelas otomatis. Setelah mengikuti pendidikan dasar 7 tahun, murid yang lulus ujian akhir dapat melanjutkan pendidikannya ke SLTP selama 3 tahun. Bagi siswa yang lulus ujian akhir SLTP akan memiliki pilihan yaitu:
Dapat meneruskan pelajaran ke tingkat SLTA. Di tahun ke-2, siswa akan menjalani ujian penentuan tingkat yang dikenal BCGCE (Brunei Cambridge General Certificate of Education) yang terdiri dari 2 tingkat yaitu tingkat AO dan AN. Bagi siswa yang berprestasi baik akan mendapat ijazah tingkat AO artinya siswa dapat meneruskan pelajaran langsung ke pra-universitas selama 2 tahun untuk mendapatkan ijazah Brunei Cambridge Advanced Level Certificate tingkat AA. Sementara itu, siswa tingkat AN harus melanjutkan studinya selama setahun lagi dan kemudian baru dapat mengikuti ujian bagi mendapatkan ijazah tingkat AO. Bagi siswa tamatan SLTP yang tidak ingin melanjutkan pelajarannya ke universitas dapat memilih sekolah kejuruan.
Untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berakhlak, beragama, dan menguasai teknologi maka Brunei Darussalam telah melakukan upaya antara lain sejak tahun 2003, UBD telah membuka peluang bagi keterlibatan sektor swasta di bidang penelitian. Peluang keterlibatan pihak swasta dimaksudkan agar Pemerintah dan pihak swasta dapat bekerjasama dalam pembangunan nasional di bidang Pendidikan.   
2.      Kesehatan Masyarakat Brunei Darussalam
Sistem kesehatan di seluruh dunia termasuk di Brunei Darussalam, harus menghadapi lingkungan yang berubah dan menghadapi tantangan baru yaitu meningkatnya biaya kesehatan, meningkatkan beban penyakit kronis dan non-menular, dampak pandemi dan munculnya ancaman baru, meningkatkan harapan publik / tuntutan untuk akses ke layanan berkualitas tinggi, perluasan diagnosa dan teknologi baru, penuaan penduduk dan kekurangan jumlah profesional kesehatan yang berkualitas / dilatih peduli.
Pemerintah Brunei Darussalam menetapkan program pengobatan gratis, dimana Warga negara Brunei memiliki akses gratis untuk fasilitas kesehatan. Masyarakat disediakan asuransi kesehatan yang bisa digunakan untuk melakukan cek kesehatan, diagnosa, dan operasi kecil maupun besar secara gratis. Salah satunya terdapat di Rumah Sakit RIPAS dimana pengobatan dilakukan secara gratis.
3.      Daya Beli Masyarakat Brunei Darussalam
PDB Brunei sebesar USD 15,1 miliar atau sebesar Rp. 208 triliun memang hanya masuk dalam peringkat 118 besar di dunia. Tetapi penduduk negara tersebut berjumlah kurang dari setengah juta jiwa sehingga memungkinkan mereka menikmati kekayaan negara secara lebih besar, yakni USD 55.111 (Rp. 762 juta). Bahkan, Brunei menjadi salah satu dari sedikit negara yang membebaskan warganya untuk membayar pajak pendapatan maupun pajak penjualan.
dengan pendapatan perkapita yang relative besar itu, Itu artinya daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokokpun mengalami kenaikan.
Namun, dari 10 negara dengan rerata pendapatan penduduk tertinggi, Brunei mungkin memiliki tingkat kekhawatiran paling tinggi dalam mempertahankan kemakmurannya. Sebab, sebagian besar negara penghasil minyak telah diguncang oleh jatuhnya produksi minyak lokal dan harga minyak dunia. Lebih buruk lagi, menurut Energy Outlook BP Dunia, Brunei hanya memiliki 22 tahun sebelum kehabisan minyak dan mencari sumber pendapatan lainnya.
4.      Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/ Human Development Index (HDI) merupakan pengukuran perbandingan dari harapan, hidup, pendidikan dan standar hidup untuk semua Negara di seluruh dunia. Negara Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan Manusia dengan HDI score mencapai ± 0,856 pada tahun 2014. Hal ini menjadikan Negara Brunei Darussalam memiliki peringkat HDI tertinggi yaitu berada di posisi 31 diantara 188 Negara dan menjadi Negara dengan nilai HDI tertnggi kedua di Asia tenggara setelah Negara Singapura. Dari tahun 1985 – 2014 HDI Negara Brunei Darussalam meningkat dari 0.755 menjadi 0.856 dan meningkat sebanyak 13.3%. Dari nilai HDI tersebut diketahui bahwa masyarakat di Negara Brunei Darussalam mempunyai harapan hidup, pendidikan dan standar hidup yang tinggi.
2.3 Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
A.    Pertumbuhan Ekonomi
Brunei Darussalam menerapkan sistem perekonomian terbuka, artinya Negara asing bebas melakukan perdagangan di Negara yang beribu-kotakan di Bandar Sri Begawan ini, sehingga laju sektor per ekonomian Negara ini banyak dikuasi oleh Negara asing terutama Cina dan Inggris.Meskipun banyak sektor asing yang menguasi laju per ekonomian di Negara ini, Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah menetapkan penguasaan sektor-sektor perekonomian oleh orang-orang asing ini harus ada yang masuk ke dalam kas Negara demi memaksimalkan asset-aset Negaranya.


Sistem ekonomi yang dianut Negara Brunei ini memiliki kelebihan dan kelemahan.Jika kita lihat dari sisi negatifnya, kemampuan dan penguasaan warga negaranya terhadap ekonomi di Negaranya sendiri terbilang melemah, karena kemampuan dan pengetahuan penggunaan teknologi terbatas, selain itu menjamurnya industri dan perdagangan asing akan membawa kesulitan bagi masyrakat Brunei yang baru akan memulai langkahnya dalam bidang industri dan perdagangan. Sedangkan sisi positifnya, dengan pemerintahan yang jujur dan peduli dengan rakyat, maka warga Negara Brunei dapat hidup makmur dengan stabilitas perekonomian yang selalu terjaga.
Pemerintah Brunei Darussalam dalam pertumbuhan ekonomi juga menetapkan harga pajak pendapatan atau pendapatan pribadi dengan angka yang rendah. Dan mampu memberikan banyak subsidi kepada warga negaranya. Selain mengembangkan sumber daya alamnya yang disadari semakin lama akan semakin menurun, Negara ini juga telah mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang akan mampu bersaing untuk kedepannya.
Namun dalam hal ini terdapat kelebihan dan kekurangan dalam kebijakan pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan oleh Pemerintah Brunei Darussalam, yaitu :
Kelebihan :
a.       Adanya peningkatan kesadaran dinegara ini yang menghabiskan sumber daya alam dan kebutuhan selanjutnya untuk diverifikasi ekonomi jauh dari over ketergatungan pada minyak dan gas.
b.      Rencana untuk masa depan termasuk upgrade tenaga kerja, mengurangi pengangguran , memperkuat sektor perbankan dan wisatawan dan terus memperluas basis ekonomi di luar minyak dan gas.
c.       Brunei mengimpor sekitar 80% dari kebutuhan pangan, denagn pemerintahan mensubsidi kebutuhan pokok tertentu seperti beras, gula dan susu. Pemerintah juga memberikan subsidi perumahan , listrik , air, dan minyak , serta memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan pendidikan gratis sampai tingkat universitas.
d.      Brunei mengoperasikan sistem mata uang papan dengan dollar Brunei (B $) yang dipatok terhadap dollar Singapura. Sehingga, kedua mata uang secara hukum dipertukarkan di Brunei dan Singapura.
Kelemahan :
a.       Karena Brunei berkonsentrasi pada pengembangan untuk membangun ekonomi pengetahuan intensif, tampaknya memungkinkan untuk mengabaikan kelanjutan dan keterampilan outflow dari negara tersebut.
b.      Setelah kemerdekaan , salah satu prioritas pemerintah yang paling penting adalah untuk mendorong pengembangan Melayu Brunei sebagai pemimpin industri dan perdagangan.
c.       Menolak kewarganegaraan pekerja asing dan penduduk Cina sehingga mereka tidak berkewarganegaraan.
B.     Lead Sector
Di Negara Brunei Darussalam sektor yang paling menonjol adalah minyak bumi. Brunei Darussalam merupakan negara kecil pengekspor minyak dan gas  di Asia Tenggara yang dapat mendorong surplus perdagangan pada negara ini hingga dapat menopang pertubuhan hingga 1,8 %. Proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto Brunei didasarkan pada asumsi pemulihan moderat pada fasilitas produksi hidrokarbon dan pertumbuhan yang berkelanjutan di seluruh sektor ekonominya. Sejak beberapa tahun terakhir, Brunei memang berupaya memperpanjang umur produktif hidrokarbon, sampai sektor lain dapat memainkan peran yang lebih besar dalam perekonomian.
C.     Pelaku Ekonomi di Negara Brunei Darussalam
Di Negara Brunei Darussalam dikenal ada 4 pelaku dalam sistem perekonomian yang sesuai dengan sistem liberal yang dianutnya, yaitu :
1)      Pasar Komoditi
2)      Sektor  Swasta
3)      Sektor Rumah Tangga
4)      Pasar Faktor Produksi


Sektor pemerintah tidak termasuk dalam pelaku ekonomi di Negara penganut sistem liberal, karena sistem ekonomi yang digunakan terbuka, perdagangan bebas, maka pemerintah tidak ikut campur tangan dalam pelaksanaanya, namun tetap berkuasa atas penjagaan asset-aset Negara-nya. Hal ini demi melindungi penduduknya dari jajahan-jajahan Negara yang berdagang bebas di Negara tersebut.
D.    Strategi Pembangunan Ekonomi
Perluasan basis ekonomi merupakan target pembangunan jangka panjang yang menguntungkan bagi Negara Brunei Darussalam. Pemerintah telah mengidentifikasi beberapa industri untuk pengembangan, seperti petrokimia terutama hilir, pariwisata, bisnis syariah termasuk produk halal dan jasa keuangan, dan layanan  teknologi informasi dan komunikasi. Proyek infrastruktur dibangun untuk mendukung upaya itu, seperti pelabuhan Pulau Muara Besar, dan kawasan industri yang didukung oleh jembatan dan jalan ke pelabuhan, perluasan bandara internasional, upgrade jaringan listrik, jaringan broadband berkecepatan tinggi ke rumah tangga, hingga situs riset dan pengembangan produk pertanian.
E.     Kebijakan Perekonomian di Negara Brunei Darussalam.
Dengan adanya langkah – langkah dalam mengelola sumber perekonomian utamanya seperti hasil pertanian dan perikanan serta sumber daya alamnya dengan baik , maka Brunei tentu akan menguasai pangsa pasar di Asia yang notabenenya merupakan pengkomsumsi hasil pangan dan minyak bumi serta gas dan juga perekonomian dunia. Serta memanfaatkan situasi dunia yang tidak tentu seperti sekarang ini, dimana krisis pangan sedang melanda dunia. Melihat hal ini, Brunei harus lebih serius dalam memanfaatkan dan mengelola dengan baik sumber daya alamnya terutama dari hasil pangan dan minyak buminya. Karena kita tidak pernah tahu, dimasa mendatang bisa saja krisis pangan terjadi dan hal ini akan membuat permintaan terhadap hasil pertanian Brunei akan menjadi meningkat dimasa mendatang.


Maka pemerintah Negara Brunei Darussalam Pada bulan Juli 2009, Sultan Bolkiah meresmikan panen Beras Laila - varietas padi produksi Brunei, yang dimaksudkan untuk meningkatkan ketahanan pangan negara. Selama bulan yang sama, Brunei meluncurkan merek internasional halal yang dikembangkan oleh Departemen Perindustrian dan Sumberdaya Primer, yang akan membangun reputasi Brunei kepatuhan terhadap norma-norma Islam dalam pengolahan makanan.
Setelah langkah tersebut maka jalinlah kerjasama dalam bidang kemiliteran dengan negara-negara di dunia. Sekarang ini Brunei dalam mencapai keberhasilannya tersebut yaitu dengan menjalin kerjasama pertahanan dan keamanan serta pelatihan bersama kepada Indonesia, ASEAN maupun Asia Tenggara itu sendiri dalam mencapai dan menuju ke sebuah yang di namakan adidaya ( Brunei tetap mengoptimiskan akan hal ini terjadi ) sebab tak akan mustahil negara kecil bisa menjadi negara besar apabila ia mempunyai kemampuan.
F.      Masalah – Masalah Dalam Pertumbuhan Ekonomi.
1.      Inflasi
Brunei memiliki tingkat inflasi rendah dan tidak mengenal adanya kebijakan pajak penghasilan pribadi. Dimana pemerintah tidak memberlakukan pajak baik bagi penduduk maupun bagi ekspatriat. Kemampuan kesultanan Brunei untuk menyediakan program kesejahteraan yang berlimpah menjamin legitimasi yang sangat diperlukan oleh negara di dalam lingkungan politik tanpa perwakilan politik dan bentuk partisipasi politik yang berarti.
2.      Pengangguran
Jumlah pengangguran di Brunei Darusalam melonjak hingga 20,6 persen pada November 2014. Hal tersebut dikarenakan jumlah pencari kerja meningkat dari 11.834 pada Oktober 2014 menjadi 14.267 pada November 2014. Angka itu menunjukkan jumlah penganggur masih menjadi permasalahan yang membelit Brunei.
Sebagian besar pencari kerja tinggal di distrik Muara-Brunei. Pengangguran dari distrik itu mencapai 9.268 orang atau 65 persen. Peringkat kedua ditempati distrik Tutong. Dari seluruh penganggur, sebanyak 15 persen berasal dari kawasan itu. Lebih dari separuh penganggur diperkirakan berusia 20 hingga 29 tahun. Kelompok usia muda itu mencapai 7,757 dari seluruh pencari kerja. Para penganggur juga berasal dari kelompok berpendidikan rendah.
Untuk mengatasi masalah pengangguran maka pemerintah Brunei Darussalam  menyediakan pelatihan ketrampilan agar kelompok penganggur ini bisa mandiri.

2.4  Koperasi Di Negara Brunei Darussalam
Salah satu koperasi yang ada di Negara Brunei Darussalam adalah Koperasi Kampung dan Mukim (KOKAMI).
Penjelasan ringkas mengenai Koperasi Kampung dan Mukim atau disingkat KOKAMI adalah Koperasi yang dibentuk oleh orang-orang kampung dan mukim untuk meningkatkan status ekonomi mereka dan sekaligus untuk menikmati taraf hidup yang lebih baik. Ini merupakan inisiatif pertama dan unggul yang pernah dibuat oleh penduduk mukim dan kampung sesuai dengan aspirasi dan tujuan yang disarankan dalam seminar perkumpulan penduduk-penduduk mukim dan kampung yang telah dilaksanakan pada tanggal 7-9 Agustus 2007 di Pusat Perdagangan Antar Bangsa, Negara Brunei Darussalam.
            Adapun unit-unit usaha yang di jalankan pada Koperasi Kampung dan Mukim yaitu:
1.      Urusniaga Kad-Kad Prepaid
2.      K-Mart (Perniagaan Supermarket dan Departemen Store)
3.      K-Jimat-Jimat ( Simpan-Pinjam yang berbasis Syari’ah)
4.      K-Com (Penjualan Komputer dan Telepon)
5.      K-Insurance (Asuransi Kendaraan dan Perumahan)
6.      K-Restoran
2.5  Brunei Darussalam Sebagai Salah Satu Negara Terkaya di Dunia
Brunei merupakan negara tetangga Indonesia paling makmur dan memiliki pendapatan per kapita 74 ribu dolar AS per tahun. Negara ini kaya sekali akan sumber minyak bumi dan gas alamnya. Selain bertumpu pada minyak dan gas, Brunei juga melakukan diversifikasi sumber ekonomi lain seperti perdagangan dan industri.
Biaya pendidikan sekolah digratiskan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi, bahkan gaji menjadi satpam di sana, setara dengan gaji pegawai negeri di Indonesia yakni sekitar 5-7 juta Rupiah per bulan. Majalah ekonomi dunia, Forbes, menempatkan Brunei sebagai  negara terkaya ke lima dari 182 negara karena mempunyai ladang minyak bumi dan gas alam yang luas.


BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Negara Brunei Darussalam merupakan salah satu Negara terkaya di ASEAN, hal ini dikarenakan kekayaan alam yang dimiliki oleh Negara Brunei Darussalam mencakup kekayaan minyak bumi dan gas, sehingga Negara Brunei Darussalam dikenal sebagi pengekspor hasil minyak bumi. Selain sebagai salah satu Negara terkaya di ASEAN, Brunei Darussalam mendapatkan nilai IPM (indeks Pembangunan Manusia ) yang tinggi yaitu 0.856 dan menjadikannya sebagai Negara yang memiliki tingkat standar hidup yang tinggi.
Pemerintah Brunei Darussalam melakukan kebijakan dalam pembebasan pembayaran pajak bagi para masyarakat, sehingga daya beli masyarakat Brunei Darussalam menjadi tinggi dikarenakan tidak adanya kewajiban untuk membayar pajak.
Perekonomi di Negara Brunei Darussalam Brunei Darussalam menerapkan sistem perekonomian terbuka, artinya Negara asing bebas melakukan perdagangan di Negara yang beribu-kotakan di Bandar Sri Begawan ini, sehingga laju sektor per ekonomian Negara ini banyak dikuasi oleh Negara asing terutama Cina dan Inggris.Meskipun banyak sektor asing yang menguasi laju per ekonomian di Negara ini.
3.2                        Saran
Brunei Darussalam yang dikenal sebagai Negara pengekspor minyak, dan sebagian besar penghasilan Negara didapatkan dari pengeksporan tersebut. Namun ada baiknya jika Negara Brunei Darussalam tidak hanya mengandalkan pengeksporan minyak bumi, melainkan menciptakan sector – sector non minyak sehingga ketika harga minyak bumi dalam keadaan terguncang atau hasil minyak bumi di Negara tersebut habis, perekonomian di Negara Brunei Darussalam dapat terus berlanjut dengan melakukan kegiatan perekonomian non – minyak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang PEGADAIAN

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)

konsep dasar manajemen keuangan