LINGKUNGAN DAN MANAJEMEN PEMASARAN
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Permasalahan
Tanggung jawab eksekutif
pemasaran adalah merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sistem pemasaran
perusahaan atau organisasinya. dengan kata lain, mengelola (me-menage)
sistemnya. Sistem pemasaran ini berfungsi didalam sebuah lingkungan luar yang
senantiasa berubah dan yang biasanya diluar jangkauan kendali sebuah
organisasi. Pada waktu yang sama, didalam organisasi itu terdapat serangkaian
sumber daya pemasaran maupun sumberdaya non-pemasaran yang biasanya bisa
dikendalikan oleh para eksekutifnya.
Manajemen yang efektif
biasanya mencangkup perencanaan strategis dari seluruh usaha organisasi dan
diikuti oleh perencanaan strategis dari aneka divisi fungsionalnya, termasuk
pemasaran. Keberhasilan usaha pemasaran sebuah perusahaan tergantung pada
kemampuan manajemennya untuk merencanakan secara strategis program-progam
pemasaran dalam kerangka lingkungan perusahaan, dan kemudian menjalankan
rencana tersebut.
B.
Rumusan Masalah
Adapun
masalah-masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah mengenai hubungan
Lingkungan dan Manajemen Pemasaran. Masalah ini diambil
karena adanya kaitan yang sangat erat antara manajemen pemasaran yang efektif
dengan kondisi lingkungan perusahaan.
Dalam
makalah ini, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana
ancangan sistem terhadap pemasaran?
2. Apa
pengaruh kekuatan lingkungan terhadap sistem pemasaran sebuah perusahaan?
3. Bagaimana
proses manajemen dan penerapannya dalam pemasaran?
4. Bagaimana
kerangka dasar dari perencanaan strategis?
5. Bagaimana
konsep dari bauran pemasaran?
C.
Tujuan
Makalah
Dari rumusan masalah diatas, maka penulis
menyimpulkan secara umum tujuan makalah ini untuk mengetahui secara jelas mengenai:
1.
Ancangan sistem terhadap pemasaran;
2.
pengaruh kekuatan lingkungan terhadap sistem
pemasaran sebuah perusahaan;
3. proses
manajemen dan penerapannya dalam pemasaran;
4. kerangka
dasar dari perencanaan strategis; dan
5. konsep
dari bauran pemasaran.
D.
Manfaat
Makalah
Makalah
ini disusun agar dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun secara
praktis. Secara teoritis, makalah ini berguna sebagai pengembangan ilmu, sesuai
dengan masalah yang dibahas dalam
makalah ini. Secara praktis, makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. penulis,
seluruh kegiatan penyusunan dan hasil dari penyusunan makalah ini diharapkan
dapat menambah pengalaman, wawasan dan ilmu dari masalah yang dibahas dalam
makalah ini; dan
2. pembaca,
makalah ini daharapkan dapat dijadikan sebagai sumber tambahan dan sumber
informasi dalam menambah wawasan pembaca.
BAB
II
PEMBAHASAN
(
Lingkungan dan Manajemen Pemasaran)
A.
landasan
Teori
Menurut Dharmmesta dan Handoko
tahun 1982 Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang
dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan
perusahaannya, berkembang, dan mendapatkan laba. Proses pemasaran
itu dimulai jauh sebelum barang-barang diproduksi,
dan tidak berakhir dengan penjualan.
Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen
jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan
yang lebih baik terhadap perusahaan.
Lingkungan Perusahaan
dapat diartikan sebagai keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang
mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya, termasuk
aspek-aspek ekonomi, politik, social, etika-hukum, dan ekologi/fisik dan
sebagainya.
Keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dalam
perusahaan mencapai suatu tujuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan yang
semaksimal mungkin.
Berhasilnya suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya
dilihat dari kualitas dan keberhasilan bagian pemasarannya. Jika bagian
pemasarannya berkualitas sehingga dapat berhasil memasarkan produk suatu
perusahaan, maka perusahaan tersebut dapat memperoleh keuntungan yang banyak.
Namun jjika pemasarannya tidak berkualitas sehingga tidak ataupun kurang
berhasil memasarkan produknya, maka perusahaan tersebut akan mengalami
kerugian.
B.
Ancangan Sistem Terhadap Pemasaran
Webster’s New Collegiate Dictionary mendefinisikan bahwa Sistem adalah sekelompok item (butir) yang saling berhubungan dan
saling berkaitan secara tetap dalam membentuk satu kesatuan terpadu”.
Philip Kotler mendefinisikan
bahwa Pemasaran adalah proses sosial
dan managerial dengan mana seseorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka
butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai.
(Kotler, 1986 : 5)”
Sekarang mari kita hubungkan kedua
definisi tersebut. Dalam pemasaran, sekelompok item yang saling berkaitan,
mencangkup:
1. Gabungan
organisasi yang melakukan kerja pemasaran
2. Produk,
jasa, atau gagasan yang dipasarkan.
3. Target
pasar
4. Pranata
yang membantu arus tukar menukar antara organisasi pemasaran (perusahaan)
dengan pasar.
5. Kendala
lingkungan
Sistem
pemasaran yang paling sederhana terdiri dari dua unsur yang saling berkaitan, yaitu Organisasi pasar dan Target
pasar. Keduanya dihungkan dengan adanya perusahaan yang mendistribusikan sebuah
produk atau jasa kepada konsumennya dengan imbalan berupa pembayaran, dan
perusahaan menggunakan iklan untuk berkomunikasi dengan pasarnya dengan timbal
balik.
Akan
tetapi dalam kenyataanya, sistem pemasaran dalam sebuah perusahaan jarang
sesederhana seperti diatas, unsur-unsur yang lain pun ikut masuk kedalamnya
sehingga menjadikan sistem perusahaan semakin rumit.
Efektifitas
kegiatan pemasaran sebuah perusahaan akan bertambah jika tindakan-tindakan dari
semua bagian dapat terkoordinir dengan baik untuk menjadi sebuah sistem.
C.
Lingkungan
terhadap Sistem Pemasaran
Sistem
pemasaran sebuah perusahaan harus beroperasi didalam kerangka kekuatan-kekuatan
yang membentuk lingkungan sistem itu.
kekuatan lingkungan makro yang saling berkaitan dan mempunyai pengaruh yang
besar bagi sistem perusahaan namun tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan
yang bersangkutan adalah:
1.
Kependudukan (demografi),
adalah telaah statistik dari penduduk dan distribusinya.
2.
Kondisi ekonomi,
adalah sebuah kekuatan penting yang mempengaruhi sistem pemasaran setiap
organisasi bisnis maupun non bisnis.
3.
Kekuatan sosial dan budaya,
lingkungan sosial dan budaya secara luas mencangkup kekuatan ekonomi,
teknologi, dan politik yang legal.
4.
Kekuatan politik dan hukum,
perundang-undangan di segala bidang makin berpengaruh terhadap kegiatan
pemasaran di sebuah perusahaan.
5.
Teknologi,
mempunyai dampak yang besar dalam kehidupan dan gaya hidup kita.
6.
Persaingan,
orang membeli barangg dan jasa untuk memuaskan keinginannya.
Kekuatan
lingkungan mikro yang mencangkup sistem pemasaran dan berada di luar perusahaan
adalah:
1.
Pasar (market), sebagai salah satu
kekuatan eksternal dan kunci dari setiap pemasaran.
2.
Pemasok, masalah perusahaan selama terjadi
buyer market adalah bagaimana menjual produknya, bukan membuat atau membelinya.
3.
Pialang, organisasi bisnis yang bebas dan
yang langsung membantu arus produk dan jasa antara organisasi pemasaran dengan
pasarnya.
Sistem
pemsaran sebuah organisasi dalam tingkat tertentu juga dipengaruhi oleh
kekuatan intern, yang secara garis besar dapat dikendalikan oleh manajer.
Faktor-faktor
intern ini adalah sumberdaya yang bersifat non-pemasaran, misanya:
1.
Kemampuan bagian produksi;
2.
Keuangan;
3.
Kepegawaian;
4.
Lokasi perusahaan;
5.
Ketangguhan bagian LitBang; dan
6.
Citra perusahaan di muka publik.
D.
Mengelola
Sistem Pemasaran
Sebuah
perusahaan harus merencanakan, melaksanakan, dan menilai sistem perencanaannya
(PlanDoCheck) dengan efektif.
Keberhasilan
suatu perusahaan tergantung pada mutu manajemennya. Melalui manajemen, keluaran
yang dihasilkan dari gabungan beberapa kelompok orang akan lebih baik dari yang
dihasilkan secara perorangan.
Proses
Manajemen yang di terapkan di pemasaran pada dasarnya terdiri dari:
1.
Perencanaan sebuah program pemasaran
(menetapkan tujuan, memilih strategi)
2.
Pelaksanaannya (pembentukan organisasi,
pengisian staff, dan pengarahan tugas)
3.
Penilaian serta evaluasi atas prestasinya
(penilaian dan peninjauan kebelakang dan kedepannya)
Beberapa
Istilah dalam Manajemen:
Ø Sasaran
(Tujuan)
Sasaran
atau tujuan adalah sesuatu yang harus di capai. Pada dasarnya sasaran yang
lebih spesifik merupakan alasan sebuah rencana agar efektif. Sasaran harus
dinyatakan secara tertulis untuk menghindari:
1. Kemungkinan
adanya salah pengertian; dan
2. Resiko
adanya kegiatan dan keputusan manajemen yang tidak sesuai dengan tujuan.
Ø Strategi
Strategi
adalah sebuah rencana dasar yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk
mencapai tujuannya.
Perusahaan
yang sama dengan strategi yang berbeda bisa saja membuat hasil yang berbeda
pula.
Ø Taktik
Taktik
adalah sarana operasional bagi pelaksanaan sebuah strategi.
Biasanya
taktik merupakan sebuah tindakan yang lebih spesifik dan berorientasi pada
tujuan jangka pendek. Agar lebih parallel, taktik-taktik yang dipilih haruslah
parallel atau mendukung strategi.
Ø Kebijakan
Kebijakan
adalah sebuah metoda atau rangkaian tindakan yang dipakai oleh manajemen untuk
menuntun secara rutin pengambilan keputusan dimasa depan.
Sekali
keputusan itu telah ditetapkan untuk dilaksanakan dalam situasi tertentu,
keputusan itu lalu menjadi kebijakan yang harus diikuti setiap kali situasi
yang sama muncul kembali.
Ø Pengendalian
Pengendalian
bukanlah salah satu fungsi manajemen, tetapi ia ada dan menyusup kesemua
fungsi.
Ø Tingkat
strategi dan tujuan
untuk
sebuah tingkat sasaran tertentu, strategi adalah rencana tindakan yang
dirancang untuk mencapai sasaran. Taktik adalah perincian operasional yang
mengingatkan atau melaksanakan rencana tindakan (strategi).
E.
Perencanaan
Strategis
Untuk dapat bekerja
secara efektif dalam mengembangkan sebuah program pemasaran, manajemen harus
membuat rencana secara menyeluruh kemudian membuat rencana untuk perencanaan
strategis.
Perencanaan strategis mungkin
bisa didefinisikan sebagai proses manajemen yang menyesuaikan sumberdaya sebuah
organisasi dengan kesempatan-kesempatan pemasarannya dalam jangka pajang.
Proses perencanaan strategis mencangkup:
1. Mendefinisikan
misi perencanaan;
2. Menetapkan
sasaran organisasi; dan
3. Memilih
strategi dan taktik yang memungkinkan organisasi untuk mencapai tujuannya.
Agar
lebih efektif dalam perencanaan dan operasi, organisasi ini dapat di bagi dalam
beberapa divisi produk utama dan masing –masing mempunyai strategis yang
terpisah. Divisi-divisi tersebut dinamakan unit-unit
bisnis strategi (UBS).
proses
perencanaan pemasaran yang strategis terdiri atas beberapa langkah sbb:
1. Laksanakan
analisis situasi (pasar, persaingan, produk, sistem distribusi, dan program
promosi).
2. Tentukan
sasaran pemasaran.
3. Seleksi
dan analisis target pasar
4. Rancangan
dan kembangkan bauran pemasaran strategis yang memungkinkan organisasi
memuaskan target pasarnya dan mencapai tujuan pemasarannya.
F.
Marketing
Mix (Bauran Pemasaran)
Bauran pemasaran adalah
istilah yang dipakai untuk menjelaska kombinasi empat besar pembentuk inti
sistem pemasaran sebuah organisasi.
Keempat unsur tersebut
adalah:
1. Produk,
strategi dibutuhkan untuk mengubah produk yang ada, menambah yang baru,
pengemasan, cap, dan mengambil tindakan-tindakan lain yang mempengaruhi
bermacam-macam produk.
2. Harga,
untuk menentukan harga, manajemen harus menentukan harga dasar yang tepat bagi produknya.
3. Promosi,
adalah unsur yang didayagunakan untuk memberitahukan dan membujuk pasar tentang produk baru perusahaan.
4. Distribusi,
perantara pemasaran pada dasarnya factor lingkungan yang berada diluar
jangkauan perusahaan.
Bauran
pemasaran juga dapat diterapkan dalam organisasi yang non-bisnis atau
organisasi nirlaba.
BAB III
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, maka penulis
menyimpulkan bahwa Lingkungan perusahaan sangatlah berpengaruh terhadap
kualitas manajemen pemasaran. Dan manajemen pemasaran sendiri akan menjadi
tolak ukur keberhasilan suatu perusahaan dalam pencapaian tujuannya.
2.
Saran
Agar mencapai tujuan perusahaan dengan
efektif dan efisien, manajemen pemasaran hendaknya menentukan perencanaan
dengan matang, menjalankan rencana yang telah dibuat dengan hati-hati, dan
selalu meninjau hasil yang telah didapat sudah sesuai dengan tujuan awal atau
belum, dan mampu memprediksi apa saja yang akan dihadapi perusahaanya dimasa
depan.
Komentar
Posting Komentar